Pengertian Tutup Buku dan Fungsi Tutup Buku

Pengertian Tutup Buku dan Fungsi Tutup Buku – Sekilas Tentang Tutup Buku dan Fungsi Tutup Buku.

Terjadinya proses Tutup Buku sama artinya dengan berakhirnya siklus akuntansi. Tutup buku sendiri sebenarnya terbagi ke dalam dua tahapan yaitu :

  1. Tutup Buku Akhir Bulan
  2. Tutup Akhir Akhir Tahun

Kedua jenis tutup buku tersebut dilakukan secara rutin dalam jangka waktu bulanan atau tahunan. Lalu apa sih perbedaan diantara kedua siklus tutup buku tersebut?

Tutup Buku Akhir Bulan

Berfungsi sebagai pemindahan periode akuntansi dari periode sebelumnya menuju ke periode yang berada didepannya, selain itu juga, tutup buku bulanan berfungsi sebagai pembentuk jurnal (jika menggunakan software/program) akan otomatis terbentuk jurnal, diantaranya adalah membentuk jurnal penyusutan asset dan jurnal revaluasi valuta asing (jika perusahaan export/import).

Baca Juga : Software Akuntansi Terbaik di Indonesia

Tutup Buku Akhir Tahun

Hanya berfungsi sebagai penutup periode tahunan/tahun berjalan dan membuat jurnal pembalik diantara laba ditahan beserta laba tahun berjalan, tutup buku tahunan sebenarnya tidak membentuk jurnal penyusutan Asset dan revaluasi tidak seperti Anda melakukan tutup buku bulanan.

Itulah sebabnya kenapa pada saat melakukan tutup buku tahunan tanpa melakukan tutup buku bulanan terlebih dahulu maka sama sekali tidak akan terbentuk jurnal penyusutan seperti halnya jika Anda melakukan tutup buku bulanan. Maka perlu untuk Anda ingat bahwa sebelum melakukan tutup buku tahunan, terlebih dahulu urut-urutannya adalah harus melakukan tutup buku bulanan terlebih dahulu pada bulan Desember setelah itu baru tahapan selanjutnya adalah menutup buku tahunan.

Pada kebanyakan akuntansi, tutup buku akhir bulan dan tahunan dapat langsung dilakukan secara otomatis tanpa harus membuat jurnal secara manual. Proses tutup buku akhir bulan dan tahun ini dilakukan secara umum berada pada menu Tutup Buku.

Fungsi Tutup Buku

Konsep dasar dari tutup buku adalah sebagai berikut :

  • Memindahkan nilai saldo akhir dari setiap akun Neraca menjadi saldo awal untuk bulan atau tahun berikutnya.
  • Menutup saldo akhir akun laba rugi ke akun Laba Tahun Berjalan (Current Year Earnings).
  • Menutup dan memindahkan Akun Laba Tahun Berjalan kepada akun Laba Ditahan (Retained Earnings).

Tutup buku akhir bulan dan tahunan ini seharusnya bahkan wajib untuk dilakukan dengan alasan penting sebagai berikut :

  • Melihat nilai akhir dari laporan Neraca sehingga berbagai pihak seperti : pihak direksi, para pemodal, dan pihak ketiga dapat melihat seberapa besar posisi keuangan dan kekayaan milik perusahaan.
  • Melihat nilai akhir dari laporan Laba-Rugi sehingga berbagai pihak seperti pihak direksi, para pemodal, dan pihak ketiga juga dapat melihat seperti apa kinerja keuangan perusahaan yang dimaksudkan, apakah mengalami kenaikan atau malah sebaliknya mengalami penurunan.
  • Membentuk saldo awal pada bulan/tahun baru atas suatu akun-akun dari Neraca dan dari saldo akhir bulan/ tahun yang sebelumnya sebelumnya.
  • Menganalisis tentang rasio keuangan perusahaan dari tahun ke tahun.
  • Membagi-bagikan deviden dari Laba Ditahan setelah tutup tutup buku akhir tahun.
  • Sebagai langkah awal dalam melakukan cut-off data keuangan (apabila menggunakan program/software akuntansi).

Pengertian Tutup Buku dan Fungsi Tutup Buku

Cut-off ini digunakan juga untuk data keuangan yang dikerjakan dalam setiap perusahaan yang telah bermigrasi/berpindah dari penggunaan pencatatan secara manual kemudian beralih menggunakan software akuntansi.

accurate online